Kurang Pemanasan saat Olahraga? Waspada Serangan Jantung!

Kurang Pemanasan saat Olahraga? Waspada Serangan Jantung!

Jangan langsung ke latihan inti sebelum melakukan pemanasan! Sebab, hal tersebut bisa memicu serangan jantung. Anda tentu tak mau ‘kan?

Melakukan pemanasan sebelum olahraga itu wajib hukumnya demi mempersiapkan tubuh sebelum ‘dipaksa’ bekerja keras. Selain itu, konon pemanasan akan menghindarkan Anda dari risiko serangan jantung.

Biasanya, untuk yang ingin melakukan intensitas olahraga ringan, pemanasan cukup dilakukan selama 10 menit. Namun, ketika Anda hendak melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, pemanasan biasanya bisa lebih dari durasi waktu tersebut.

Mengapa Harus Pemanasan sebelum Olahraga?
Menurut dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter, pemanasan menjelang olahraga harus bisa mengakomodasi ketiga jenis latihan, yakni kardio, peregangan, dan penguatan otot. Tanpa adanya pemanasan, itu bisa menimbulkan bahaya bagi tubuh, tak terkecuali munculnya serangan jantung.

Pemanasan penting untuk mempersiapkan otot, terutama otot jantung. Pemanasan akan memberi sinyal kepada tubuh, termasuk jantung, agar lebih siap untuk berolahraga.

Hal ini juga dilakukan untuk memperlancar aliran darah ke seluruh tubuh demi mendukung stamina selama berolahraga. Otot dan sendi pun menjadi lebih fleksibel.

Dengan melakukan pemanasan, ikatan-ikatan jaringan penyambung pada otot dan sendi akan melemas. Kalau sudah begitu, tubuh akan lebih siap saat menghadapi gerakan-gerakan yang bersifat tiba-tiba dan mampu bertahan intensitas latihan menjadi berat.

Pemanasan yang Tepat sebelum Berolahraga
Pemanasan yang tepat dimulai secara perlahan dengan gerakan ringan seperti berjalan atau joging. Gerakan ini akan membuat suhu otot dan inti tubuh Anda meningkat, sehingga membuat Anda berkeringat.

Setelah gerakan ringan dilakukan selama 5-10 menit, lakukanlah peregangan otot. Fokuskan gerakan pada otot-otot yang banyak digunakan saat berolahraga. Kemudian, tingkatkan intensitasnya secara bertahap.

"Anda dapat memilih untuk melakukan peregangan statis, yaitu dengan mempertahankan posisi tertentu selama 10-30 detik. Atau, Anda juga bisa melakukan peregangan dinamis, dengan menggerakkan otot dan sendi tubuh secara optimal, misalnya menekuk dan meluruskan sendi, menggerakkan dagu menempel ke dada, serta menaikkan dan menurunkan lengan.," tambah dr. Fiona.

Pemanasan tidak boleh dilupakan saat hendak berolahraga. Sebab, bukan cuma otot dan sendi kaki atau tangan saja yang bisa terkilir, tetapi otot jantung Anda juga! Tentu Anda tak mau kan niatan olahraga untuk menyehatkan jantung berubah jadi kegiatan pemicu serangan jantung? Jadi, jangan pernah lewatkan pemanasan dan juga pendinginan, ya!